Protokol24 – Dalam sehari, kasus ledakan covid-19 varian Omicron Inggris melonjak hingga 10.000 kasus dalam sehari. Omicron di Inggris sejauh ini sudah merenggut 7 korban jiwa.
Ledakan kasus Omicron tersebut terjadi pada Sabtu 18 Desember 2021 dengan penambahan 10.059 kasus dalam sehari.
Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy M Terbaru, Mulai Rp 1 Jutaan dengan Spesifikasi Menawan
Para pengamat kesehatan menilai, lonjakan itu dinilai akan terus bertambah pada masa Natal dan Tahun Baru 2022 jika tak ada lockdown.
Pengurangan interaksi antar warga akan berpengaruh turunkan jumlah kasus Omicron di Inggris.
Baca Juga: Pemerintah Tak akan Berlakukan Putar Balik Kendaraan Pada Masa Natal dan Tahun Baru 2022
Sebagian pengamat menilai, lockdown seharusnya dilakukan sebelum masa Natal dan Tahun Baru 2022 karena aktivitas warga saat itu meningkat drastis. Ada baiknya, penutupan segera dilakukan untuk mencegah menyebar luasnya virus varian baru tersebut.
Inggris kekurangan tenaga
Sebelumnya juga dilaporkan bahwa Inggris belum siap menghadapi lonjakan kasus Omicron di negaranya.
Baca Juga: Ibadah Umrah Ditunda Hingga Tahun 2022 Mendatang, Bagaimana dengan Haji?
Sebab jumlah tenaga kesehatan saat ini belum bisa mencukupi dan melayani seluruh pasien yang ada terutama di London
Baca Juga: Mengenal Perampok Budiman, Pencuri Bahan Makanan di Gudang Sang Ayah
Saat ini pun sudah banyak tenaga kesehatan yang menjalani isolasi akibat terpapar virus tersebut. Inggris dipastikan akan kewalahan jika Omicron terus berkembang pesat di tengah masyarakat.***
Artikel Terkait
Inggris dan Jabar Jalin Kerjasama, Ini Peluang Program untuk Anak Muda Go Internasional
Inggris Takut Kewalahan Tangani Virus Covid-19 Varian Omicron karena Kekurangan Tenaga Kesehatan