Bupati Nina Agustina menyebut, penurunan angka kemiskinan itu tidak terlepas dari adanya intervensi Pemkab Indramayu terhadap penyebab timbulnya kemiskinan. Beberapa faktor penyebab itu, kata Nina, lalu dilakukan upaya untuk mengatasinya.
"Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya kemiskinan ekstrem. Faktor ekonomi tentu saja menjadi penyebab utama. Oleh karenanya kami melakukan berbagai upaya agar perekonomian masyarakat bangkit, salah satunya melalui penguatan ketahanan pangan," ungkap Nina.
Langkah lainnya, yakni penguatan sektor ekonomi melalui kegiatan yang berbasis ketenagakerjaan serta mendorong peningkatan usaha mikro kecil dan menengah. Secara faktual, upaya tersebut telah dilaksanakan melalui sepuluh program unggulan.
"Sepuluh program unggulan ternyata ikut mampu mendorong menurunkan penduduk miskin. Diantaranya program Peri (Perempuan Berdikari) dan Kruwcil (Kredit Usaha Warung Kecil) yang kemudian menciptakan magnet ekonomi di tengah masyarakat secara langsung dengan kegiatan UMKM mandiri," imbuh Nina.
Pada bagian lain Nina mengatakan berbagai upaya untuk menurunkan penduduk miskin di Kabupaten Indramayu akan terus dilakukan.
Sehingga, kata dia, pada tahun 2023 ini Kabupaten Indramayu tidak lagi masuk dalam kelompok daerah dengan angka kemiskinan ekstrim di Jawa Barat.
"Semua harus bekerja, bergerak bersama-sama. Program yang sudah berjalan dari hulu ke hilir agar lebih ditingkatkan agar pendapatan masyarakat kita terus meningkat," pungkas dia. (*)
Artikel Terkait
Dari Indramayu Untuk Cianjur, Bupati Nina Agustina Pimpin Langsung Distribusi Bantuan Logistik Korban Gempa
Program Unggulan Bupati Nina Hantarkan Pemkab Indramayu Raih Peringkat Terbaik Kedua Pengelolaan SP4N LAPOR
IKWI Indramayu Gelar Ngabuburit Seru, Manfaatkan Pekarangan Untuk Berbagai Jenis Tanaman