INDRAMAYU,PROTOKOL24.- Peringatan Hari Kartini pada tahun 2023 ini, dijadikan momentum untuk mewujudkan visi Indramayu Bermartabat.
Realisasi Indramayu Bermartabat dengan program-program unggulan seperti perempuan berdikari (peri) dan program unggulan lainnya mulai dirasakan masyarakat.
Perempuan purna Pekerja Migran Indonesia atau purna PMI kini telah mampu merasakan menjadi Kartini masa kini melalui program unggulan ini.
Bupati Indramayu, Nina Agustina menyampaikan, hadirnya program unggulan peri merupakan salah satu bentuk perhatian dari Pemkab Indramayu terhadap perempuan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam bentuk keterampilan dan pemberian modal sehingga para purna PMI dapat memiliki pekerjaan dan penghasilan di tanah air.
“Ini merupakan bentuk perhatian kami supaya purna PMI ini dapat tetap memiliki pekerjaan usai bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Baca Juga: Idul Fitri, Momentum Perumdam Tirta Darma Ayu Evaluasi Perbaikan Diri dan Perusahaan
Hal serupa juga disampaikan koordinator program peri, Herrsi Pramanik Suwita.
Dirinya menjelaskan, selain untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian, pemberdayaan perempuan purna PMI melalui program peri ini diharapkan menjadikan purna PMI dapat berdiri sendiri melalui wirausaha yang dijalankan sehingga tidak ada niatan lagi untuk keluar negeri.
Herrsi Pramanik Suwita juga memaparkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian dalam hal izin usaha dan pengemasan produk sekaligus menjamin mutu produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, untuk pemodalan sendiri pihaknya telah menjalin kerja sama dengan bank BJB Kabupaten Indramayu dalam memberikan pinjaman modal tanpa agunan.
“Kami bermitra dengan berbagai pihak guna mendukung keberlangsungan program ini,” paparnya.
Lebih lanjut Herrsi mengatakan, produk yang dihasilkan dari program peri ini tidak hanya dipasarkan secara lokal, melainkan pula telah dipasarkan ke luar Kabupaten Indramayu.