PANDEGLANG, PROTOKOL24- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten melaporkan sekitar 1.100 rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang terjadi pada Jumat, 14 Januari 2022 kemarin.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,6 mengguncang Kabupaten Pandeglang sekitar pukul 16.05 WIB mengakibatkan 28 kecamatan dan 123 desa terdampak bencana.
BPBD Kabupaten Pandeglang merilis dampak terparah dialami di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik.
Baca Juga: Kabupaten Cirebon Targetkan 22.500 Anak Divaksin Setiap Harinya
Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Girgi Jantoro mengatakan akibat gempa Banten tersebut, dua warga Cikeusik dilaporkan mengalami luka ringan. Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dari petugas yang disiagakan.
"Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang terkena musibah itu," kata Girgi Jantoro.
Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, BPBD Kabupaten Pandeglang juga menjamin kebutuhan korban gempa bumi tersebut.
"Kami menjamin kebutuhan dasar untuk warga korban gempa," tandasnya.
Baca Juga: Beda Pendapat Hukuman Mati, Predator Seks Herry Wirawan Disebut Lakukan Kejahatan Serius
Berdasarkan infografis di Twitter @Pandeglang_BPBD pada 15 Januari 2022, BPBD Kabupaten Pandeglang merinci rumah yang terdampak gempa terdiri dari 617 rumah mengalami rusak ringan, 269 rusak sedang, dan 214 lainnya mengalami kerusakan berat.
Selain kerusakan pada rumah-rumah, BPBD Kabupaten Pandeglang juga melaporkan 14 Puskesmas, 12 sekolah, 4 masjid, dan 3 kantor desa yang mengalami kerusakan ringan.
Sedangkan untuk pengungsi, dilaporkan lebih dari 200 warga di sejumlah wilayah harus mengungsi akibat peristiwa tersebut.(*)
Disclaimer: Artikel ini telah tayang sebelumnya di Pikiran Rakyat berjudul BPBD Kabupaten Pandeglang Catat 1.100 Rumah Rusak akibat Gempa Banten