MAJALENGKA, PROTOKOL24- Lonjakan kasus Covid-19 terus mengalami peningkatan dan diperkirakan akan memasuki puncak gelombang ketiga pandemi. Berbagai pihak mulai melakukan serangkaian upaya untuk mengantisipasi lonjakannya.
Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Majalengka yang menyiapkan anggaran senilai Rp45 miliar untuk menghadapi kemungkinan adanya lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga pandemi.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk penanganan kasus yang menjalani perawatan ataupun isolasi mandiri, biaya operasional tracing, testing dan dana sosialisasi serta kebutuhan anggaran lainnya yang berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Majalengka.
Anggaran yang telah direncanakan Pemkab Majalengka itu, nantinya akan ditambah kembali melalui refocusing anggaran jika memang benar-benar diperlukan penambahan anggaran.
Baca Juga: Abaikan Peringatan Warga, Sebelas Orang Tewas Terseret Arus Saat Gelar Ritual di Pantai
Sekretaris Daerah Majalengka Eman Suherman mengatakan, hingga Minggu 13 Februari 2022 lonjakan kasus yang terjadi pada bulan Februari ini dugaan sementara adalah Covid-19 varian Omicron.
Meski demikian secara pasti belum diketahui karena Kabupaten Majalengka tidak memiliki laboratorium penelitian.
“Kami masih melakukan uji lab di Bandung, sampel dikirim minggu lalu hasilnya sekarang belum keluar masih menunggu kejelasan. Sekarang untuk menekan penularan butuh kewaspadaan semua masyarakat,” ungkap Eman, seperti dikutip Protokol24 dari Pikiran Rakyat berjudul Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Gelombang Tiga, Pemkab Majalengka Siapkan Anggaran Sebesar Rp45 Miliar.
Baca Juga: Timnas U-23 Batal Ikut Piala AFF 2022 di Kamboja, Ini Ternyata Masalahanya
Namun menurut Eman dari ciri-cirinya berdasarkan keterangan ahli epidemiologi adalah Covid-19 Omicron.
Ciri-ciri tersebut adalah cepatnya penyebaran, dan juga penyembuhan yang demikian cepat serta gejala yang lebih ringan jika dibanding varian sebelumnya.
“Sekarang dari keterangan yang saya terima masa penyembuhan hanya lima hari, sedangkan sebelumnya mencapai belasan hari,” katanya.
Pemaparan yang terjadi di Majalengka diduga berasal dari luar daerah yang berkunjung ke Kabupaten Majalengka serta warga Majalengka yang melakukan perjalanan ke luar daerah dan pulangnya terpapar virus, kemudian menyebar kepada orang lain yang melakukan kontak erat dengan yang bersangkutan.
Baca Juga: Alfamart Bersama PWI Indramayu Kembali Distribusikan Bantuan Sembako Peringati Hari Pers Nasional
Artikel Terkait
492 Orang di Jabar Miliki Gejala Mirip Omicron, Ridwan Kamil Sebut Lonjakan Mulai Terjadi
Jangan Abaikan Kesehatan, Gejala Omicron Mirip dengan Flu Biasa
Ridwan Kamil Mulai Perintahkan Semua Rumah Sakit Jawa Barat Siaga 1, Omicron Menyebar Sangat Cepat
Omicron dilaporkan Bisa Menimbulkan Gejala di Mata dan Telinga