Tiga Warga yang Merupakan Satu Keluarga Tewas Akibat Tanah Longsor Lumajang, BNPB Imbau Semua Siaga

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Jumat, 7 Juli 2023 | 20:19 WIB
Kondisi rumah korban yang tertimbun longsor di Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, pada Jumat, 7 Juli 2023 dini hari.  (Dok. BPBD Kabupaten Lumajang/CoverBothSide.com)
Kondisi rumah korban yang tertimbun longsor di Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, pada Jumat, 7 Juli 2023 dini hari. (Dok. BPBD Kabupaten Lumajang/CoverBothSide.com)


Protokol24.- Sedikitnya tiga warga yang merupakan satu keluarga meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi di Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (7/7/2023).

Dalam musibah tanah longsor di Kabupaten Lumajang itu, ketiga korban ditemukan sudah tidak bernyawa usai rumahnya tertimbun longsor pada bagian dapur dan kamar tidur mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang berhasil melakukan evakuasi terhadap korban terdampak tanah longsor tersebut.

Baca Juga: Lewat Program Peri Bupati Nina Agustina Cetak 1.330 Perempuan Berdikari, Purna PMI Berwirausaha Mandiri

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi menjelaskan musibah tanah longsor di wilayahnya bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Lumajang.

Ia menyebutkan tingginya intensitas hujan menyebabkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik. Diantaranya, terjadi di KM 59 jalur piket nol Lumajang - Malang.

Ia merinci berdasarkan hasil pantauan visual dilapangan memperkirakan panjang longsor sekitar 20 meter dengan ketinggian 10 meter. Selain itu, longsor juga terjadi di akses jalan menuju Ranupani.

Baca Juga: Ini Progres Terbaru Pengembangan Super Kawasan Ekonomi Khusus Rebana Setelah Sempat Melambat Akibat Covid-19 

Untuk membuka akses jalan yang tertututp total, tim gabungan pun diterjunkan dengan menggunakan sejumlah alat berat.

Upaya yang dilakukan pun masih terbatas mengingat kondisi cuaca dilokasi kejadian belum memungkinkan untuk melanjutkan upaya penanganan darurat.

Beberapa longsor susulan juga terpantau masih terjadi, sehingga lokasi akses jalan KM 59 jalur piket nol Lumajang - Malang masih belum dapat dibuka.

Baca Juga: Creative Wave Indonesia Inisiasi Pameran Lukis Anak dan Difabel Nasional Bertajuk Jelajah Mimpi Anak Indonesia

Menyikapi kondisi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan daerah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Hal ini diperlukan mengingat potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dapat terjadi seketika.

Ketika tidak terjadi hujan, warga dapat bergotong royong untuk mengidentifikasi kondisi tanah labil yang ada di sekitar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X