Protokol24.- Sedikitnya tiga warga yang merupakan satu keluarga meninggal dunia akibat tanah longsor yang terjadi di Dusun Sriti, Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (7/7/2023).
Dalam musibah tanah longsor di Kabupaten Lumajang itu, ketiga korban ditemukan sudah tidak bernyawa usai rumahnya tertimbun longsor pada bagian dapur dan kamar tidur mereka.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang berhasil melakukan evakuasi terhadap korban terdampak tanah longsor tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Patria Dwi Hastiadi menjelaskan musibah tanah longsor di wilayahnya bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Lumajang.
Ia menyebutkan tingginya intensitas hujan menyebabkan terjadinya tanah longsor di beberapa titik. Diantaranya, terjadi di KM 59 jalur piket nol Lumajang - Malang.
Ia merinci berdasarkan hasil pantauan visual dilapangan memperkirakan panjang longsor sekitar 20 meter dengan ketinggian 10 meter. Selain itu, longsor juga terjadi di akses jalan menuju Ranupani.
Untuk membuka akses jalan yang tertututp total, tim gabungan pun diterjunkan dengan menggunakan sejumlah alat berat.
Upaya yang dilakukan pun masih terbatas mengingat kondisi cuaca dilokasi kejadian belum memungkinkan untuk melanjutkan upaya penanganan darurat.
Beberapa longsor susulan juga terpantau masih terjadi, sehingga lokasi akses jalan KM 59 jalur piket nol Lumajang - Malang masih belum dapat dibuka.
Menyikapi kondisi ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat dan pemangku kebijakan daerah setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Hal ini diperlukan mengingat potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca dapat terjadi seketika.
Ketika tidak terjadi hujan, warga dapat bergotong royong untuk mengidentifikasi kondisi tanah labil yang ada di sekitar.
Artikel Terkait
Erupsi Gunung Semeru, Satu Kecamatan di Lumajang Paling Terdampak