• Jumat, 29 September 2023

Ketua DPD RI Minta Pemerintah Evaluasi Pendidikan dan Selektif Keluarkan Perizinan Lembaga

- Minggu, 12 Desember 2021 | 10:15 WIB
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti (Instagram @dpdri)
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti (Instagram @dpdri)

 

PROTOKOL24- Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah mengevaluasi pendidikan di pondok pesantren dan selektif dalam pendirian lembaga pendidikan agama.

Menurut LaNyalla Mahmud Mattalitti, hal ini diperlukan agar kejadian serupa seperti yang terjadi di Bandung tidak lagi terjadi di masa mendatang.

LaNyalla Mahmud Mattalitti juga mengecam keras kasus pelecehan dan pemerkosaan belasan anak didik oleh Herry Wirawan, pimpinan Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung dan Pesantren Tahfidz Quran Almadani.

"Perlakuan yang sangat tidak terpuji dan tidak pantas dari seorang pengelola pesantren. Bahkan, lebih tepat disebut sebagai tindakan yang sangat bejat," kata LaNyalla Mahmud Mattalitti, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Minggu, 12 Desember 2021.

Baca Juga: Herry Wirawan Perkosa 12 Murid Ngajinya, PBNU Tegaskan Pelaku Layak untuk Dikebiri karena Sangat Biadab 

LaNyalla Mahmud Mattalitti mendorong ke depan harus ada pengawasan yang serius agar kejadian tersebut tidak terulang.

Dikhawatirkannya, kasus ini menjadi fenomena gunung es. LaNyalla Mahmud Mattalitti khawatir banyak oknum yang melakukan modus serupa, namun belum muncul ke permukaan.

Masyarakat juga diminta untuk lebih kritis dan berani bersuara saat melihat telah terjadi kejanggalan di lingkungan sekitarnya.

LaNyalla Mahmud Mattalitti mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada pemerintah dalam hal ini Direktorat Pondok Pesantren Kementerian Agama jika terdapat kejanggalan terkait modus lembaga pendidikan seperti kasus tersebut.

"Kita khawatir banyak oknum yang melakukan modus yang sama di tempat yang lain. Sehingga akan banyak korban bermunculan," jelasnya.

Baca Juga: Update Erupsi Semeru, 46 Korban Meninggal Dunia dan 9.118 Jiwa Mengungsi 

LaNyalla Mahmud Mattalitti yang merupakan Senator asal Jawa Timur itu mengungkapkan berbagai kejanggalan di pesantren yang dikelola Herry Wirawan.

Beberapa kejanggalan itu, antara lain lembaga tersebut tidak mengeluarkan ijazah. Pesantren juga memaksa orangtua murid untuk membantu pembangunan di lembaga tersebut, sedangkan dalam kesehariannya, peserta didik harus memasak bergantian.

Hal lain yang menjadi perhatiannya, yakni persoalan tenaga pengajar. Pesantren hanya memiliki pengajar tunggal, sementara pengajar lainnya hanya datang sewaktu-waktu.

Halaman:

Editor: Cipyadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X