PROTOKOL24- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa BMKG akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung kelancaran libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Dwikorita Karnawati meminta masyarakat untuk memantau perkembangan berbagai informasi cuaca untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana geo-hidrometeorologi.
"Untuk update informasi cuaca bisa melalui website di www.bmkg.go.id, atau melalui mobile application InfoBMKG yang bisa diunduh di Google Play Store maupun Apple Store. Hal ini penting guna meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah yang rawan terhadap bencana geo-hidrometeorologi," jelas Dwikorita Karnawati.
Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Omicron, Ridwan Kamil Tegas Tutup Seluruh Alun-alun Jelang Tahun Baru
Terkait prediksi curah hujan, Dwikorita Karnawati mengatakan pada Desember 2021 dan Januari 2022 di periode Nataru menunjukkan bahwa curah hujan pada umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi (100 - 500 mm per bulan).
Sedangkan untuk puncak musim hujan sendiri, diperkirakan waktu terjadinya akan berbeda di setiap wilayah Indonesia mulai dari Januari hingga Februari 2022.
"Seperti di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember. Sementara puncak musim hujan di wilayah Sumatra Selatan, Lampung, Jawa, Kalimantan, NTT, NTB dan Bali diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2022," sebut Dwikorita Karnawati.
Baca Juga: Xiaomi Redmi Note 10S, HP Spesifikasi Setengah Dewa yang Harganya Sudah Turun Ratusan Ribu
Saat Nataru, Dwikorita Karnawati juga mengingatkan kepada seluruh pengelola jasa penyeberangan Bakauheni-Merak akan adanya potensi gelombang besar di perairan Selat Sunda.
"Potensi cuaca ekstrem akibat La Nina sangat besar kemungkinan terjadi. Kami mohon untuk tetap waspada dan tidak memaksakan mengangkut penumpang jika cuaca tidak memungkinkan," harapnya.
Dwikorita Karnawati mengakui peringatan ini dikeluarkan BMKG untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Selain meminta pengelola jasa penyeberangan, Dwikorita Karnawati juga berharap agar Syahbandar menunda penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) jika cuaca sedang buruk.***
Artikel Terkait
Tol Cipali Diprediksi Mengalami Peningkatan Selama Libur Nataru, Ini Upaya Pengelola
Nataru kali ini, ASTRA Tol Cipali mulai mengoperasikan Jalan Tol Akses BIJB Kertajati
Tak Ada Penyekatan, Nataru Wajib Terapkan Aplikasi PeduliLindungi dan Pertegas Sanksi
Cegah Omicron Saat Nataru, PeduliLindungi Dipertegas Pengamanan Dipertebal
Dianjurkan Tetap di Rumah, Namun Bila Terpaksa Bepergian Saat Nataru Ini Syaratnya