Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sesuai Aturan dan Stok Aman, Penyimpangan Akan Ditindak

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:42 WIB
SVP PSO Wilayah Barat Pupuk Indonesia, Agus Susanto saat meninjau Gudang Lini III di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.  (CIPYADI/PROTOKOL24)
SVP PSO Wilayah Barat Pupuk Indonesia, Agus Susanto saat meninjau Gudang Lini III di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu. (CIPYADI/PROTOKOL24)

 

INDRAMAYU,PROTOKOL24- PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk bersubsidi didistribusikan ke semua lini sesuai dengan surat keputusan kepala daerah sebagai aturan turunan dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 yang mengatur alokasi pupuk bersubsidi.

Hingga 18 Agustus 2022, Pupuk Indonesia tercatat sudah menyalurkan 703.029 ton pupuk bersubsidi yang terdiri dari lima jenis pupuk, yaitu urea, SP-36, ZA, NPK, dan organik ke seluruh wilayah Jawa Barat dan Banten.

Pupuk Indonesia memantau proses distribusi pupuk bersubsidi melalui Distribution Planning & Control System (DPCS).

Sistem ini memungkinkan Pupuk Indonesia untuk memperkuat proses perencanaan distribusi hingga pengawasan dari pabrik sampai ke kios-kios resmi secara real time.

Baca Juga: Berhasil Pertahankan Komoditas Pangan Nasional, Kabupaten Indramayu Terima Penghargaan Menteri Pertanian 

Hal ini diungkapkan oleh SVP PSO Wilayah Barat Pupuk Indonesia, Agus Susanto saat meninjau Gudang Lini III di Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.

"Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang mencapai 703.029 ton ini setara 84% dari total alokasi pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat dan Banten tahun 2022 sebesar 832.407 ton," ungkap Agus Susanto.

Ia menambahkan dari 703.029 ton yang sudah disalurkan itu, terdiri dari pupuk urea sebanyak 373.183 ton, pupuk SP-36 sebanyak 22.728 ton, pupuk ZA sebanyak 24.712 ton, pupuk NPK sebanyak 264.526 ton, dan pupuk organik sebanyak 17.880 ton.

“Jenis pupuk subsidi yang serapannya tinggi adalah pupuk NPK yang sudah mencapai 128% dari total alokasi sebesar 264.526 ton,” ungkap Agus.

Baca Juga: Tak Ada Perpanjangan, KPU Catat Sebanyak 40 Partai Politik Mendaftar Sebagai Calon Peserta Pemilu 2024 

Sementara dari sisi stok, Agus mengatakan bahwa hingga 18 Agustus 2022 stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat dan Banten yang berada di Lini I hingga Lini III sebanyak 113.856,07 ton atau 372% dibanding dengan ketentuan stok. Adapun rinciannya, pupuk urea 70.479,30 ton, dan pupuk NPK 43.376,77 ton.

Untuk Kabupaten Indramayu, pada periode yang sama, stok di Gudang Lini III mencapai 9.392 ton. Terdiri dari Urea sebanyak 6.942 ton dan NPK 2.450 ton.

"Sebagai produsen kami menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah," kata Agus.

Baca Juga: Detox Alami Ini Patut Dicoba Para Pecinta Gorengan dan Mie Instan, Tetap Sehat Meski Sering Konsumsi Keduanya 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: PROTOKOL24

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X