Yayasan Matauli Canangkan Pembangunan Kampus STAI Barus, Berjarak 800 Meter dari Tugu Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 18:47 WIB
Pembangunan kampus STAI Barus Yayasan Matauli ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Ketua Pembina Yayasan Matauli Akbar Tandjung dan Pj Bupati Tapanuli Tengah Sugeng Riyanta dan didampingi Ketua Umum Yayasan Matauli Fitri Krisnawati Tandjung. (Ist/protokol24)
Pembangunan kampus STAI Barus Yayasan Matauli ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Ketua Pembina Yayasan Matauli Akbar Tandjung dan Pj Bupati Tapanuli Tengah Sugeng Riyanta dan didampingi Ketua Umum Yayasan Matauli Fitri Krisnawati Tandjung. (Ist/protokol24)

  

Barus,Protokol24.- Pembangunan kampus Sekolah Tinggi Agama Islam atau STAI Barus mulai dicanangkan Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli) di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (2/8/2024).

Pencanangan kampus STAI Barus Yayasan Matauli ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Ketua Pembina Yayasan Matauli Akbar Tandjung dan Pj Bupati Tapanuli Tengah Sugeng Riyanta dan didampingi Ketua Umum Yayasan Matauli Fitri Krisnawati Tandjung.

Untuk pembangunan kampus STAI Barus, Yayasan Matauli telah menyiapkan lahan seluas 3,2 hektar.

Rencana lahan untuk pembangunan kampus STAI Barus itu, sudah memiliki sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan HGB Nomor 1 dengan luas 19.220 meter persegi dan HGB Nomor 2 dengan luas 13.090 meter persegi.

Kampus STAI Barus direncanakan akan dibangun di Desa Kade Gadang, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Nantinya kampus STAI Barus hanya berjarak sekitar 800 meter dari Tugu Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 24 Maret 2017 lalu.

Baca Juga: Pilkada Indramayu, Nina Agustina Layak Disandingkan Dengan Tokoh Lokal

Dalam pencanangan pembangunannya, Ketua Umum Yayasan Matauli, Fitri Krisnawati Tandjung mengatakan STAI Barus merupakan perguruan tinggi yang berada dibawah naungan Yayasan Matauli yang resmi berdiri pada tahun 2022.

Hal ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 1114/2022.

Saat ini, STAI Barus memiliki dua Program Studi (Prodi), yakni Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI) dan Prodi Studi Agama-Agama (SAA) dengan jumlah mahasiswa sebanyak 49 orang dari dua Prodi tersebut.

"Dalam dua tahun perjalannya, STAIB telah memiliki sebanyak 49 mahasiswa dimana semuanya mahasiswa tersebut diberikan beasiswa penuh hingga lulus oleh Ketua Pembina Yayasan Matauli Bapak Akbar Tandjung dan tinggal di asrama yang sudah disiapkan oleh Yayasan Matauli," ungkap Fitri Krisnawati Tandjung.

Ia berharap dengan keberadaan STAI ini, Barus sebagai pintu gerbang masuknya Islam di Indonesia akan semakin mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Baca Juga: Gencarkan Sosialisasi, Kecamatan Sliyeg Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2024 

Di tempat yang sama, Pj Bupati Tapanuli Tengah Sugeng Riyantan mengatakan berdirinya STAI Barus menjadi bagi terpenting dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Kota Barus sebagai salah satu pusat unggulan (center of excellence) dalam dunia pendidikan terutama dalam Program Studi Sejarah Peradaban Islam dan Studi Agama-Agama.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Dr. Ir. Akbar Tandjung dan Pengurus Yayasan Matauli atas inisiatifnya membangun Sekolah Tinggi Agama Islam Barus," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X