Terobsesi Game PUBG, Seorang Anak Bantai Ibu dan Tiga Saudaranya Sendiri

photo author
Irma Cristine, Protokol24
- Sabtu, 29 Januari 2022 | 17:49 WIB
PUBG: Battlegrounds (PUBG NA)
PUBG: Battlegrounds (PUBG NA)

Protokol24 - Jika anda orang tua dan memiliki anak yang kecanduan game, nampaknya anda harus lebih waspada lagi. Baru-baru ini, kejadian fatal akibat game terjadi di Pakistan pada Jumat 28 Januari 2022.

Seorang anak 14 tahun dilaporkan membantai keluarganya sendiri dengan menggunakan senjata api. Diduga kuat, anak itu terpengaruh oleh game online tembak-tembakan PUBG.

Baca Juga: Supri Taksi Online Tabrak Dua Korban Hingga Tewas di Tebet, Polisi Pastikan Korban Adalah Penjambret

Dilansir India Today pada Sabtu 29 Agustus 2022, anak laki-laki itu mengakui telah menembak empat keluarganya sendiri karena terpengaruh game PUBG kesukaannya.

Dalam sehari, anak tersebut mampu bermain game PUBG berjam-jam lamanya. Tak disangka, anak kecaduan itu berani menghabisi nyawa ibunya sendiri dan ketiga saudara.

Baca Juga: Pemadaman 13 Kapal Terbakar di Pelabuhan Kota Tegal Alami Sejumlah Kendala

Sebelum memutuskan untuk membantai keluarganya, orang tuanya kerap memarahi pelaku karena terlalu fokus bermain game. Hal itu berdampak pada sekolahnya di mana ia selalu mengabaikan pelajaran dan tugas sekolah.

Baca Juga: Terpapar Covid-19 Gejala Ringan dan Berat, Presiden Jokowi Minta Masyarakat Lakukan Langkah Berikut

Sang ibu khawatir, anaknya tertinggal dan menjadi bodoh karena kecanduan game. Hingga pada saat hari kejadian tiba, sang ibu marah besar karena anaknya terus saja bermain game.

Tak disangka sebelumnya, sang anak lari ke kamar ibunya dan mengambil sepucuk pistol di lemari. Pistol itu ia langsung tembakkan ke ibu dan tiga saudaranya yang tengah tertidur.

Seluruh anggota keluarga pun tewas di tangan bocah tersebut. Sementara itu, diketahui anak tersebut tidak memiliki ayah dan ibunya merupakan orang tua tunggal.

Baca Juga: Polres Indramayu Jaring Anggota LSM GMBI Usai Unjuk Rasa Anarkis di Mapolda Jabar

Keesokan harinya, sang anak pembunuh menelfon polisi dan berbohong. Ia mengaku, tak mengetahui penyebab keluarganya tewas. 

Polisi tak begitu saja percaya dan melakukan penelusuran hingga didapatkan fakta bahwa sang anaklah pembantai keluarganya. Polisi pun masih mencari pistol barang bukti yang dibuang pelaku ke selokan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Irma Cristine

Sumber: India Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X