LUMAJANG, PROTOKOL24- Banjir lahar dingin pascaletusan Gunung Semeru masih terjadi hingga Minggu sore, 2 Januari 2022. Ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi di seputaran lereng dan sebagian besar di wilayah Kabupaten Lumajang.
Pos Pantau Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur melaporkan getaran banjir yang terekam dalam seismograf sejak pukul 10.48 WIB hingga 16.02 WIB.
Perkembangan situasi ini juga dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang.
Baca Juga: Terjadi Kepadatan Saat Arus Balik, Contraflow Diberlakukan Urai Kemacetan Tol Japek
Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Lumajang Joko Sambang menjelaskan pada pukul 14.25 WIB terekam getaran banjir dengan amplitudo maksimal 38 dan 40 mm (over scala).
Selanjutnya disusul pada pukul 15.11 WIB terekam getaran banjir di semua stasiun seismograf dengan cukup besar intensitasnya. Getaran banjir masih over skala pada semua seismograf terpantau terjadi pada pukul 15.24 WIB.
"Pada pukul 15.00 WIB, lahar dingin terpantau mulai terlihat memasuki daerah aliran Kali Regoyo yang berada di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian. Lahar dingin membawa material batu dan lumpur," kata Joko Sambang, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara.
Baca Juga: Ini Sejarah Piala AFF, Indonesia Negara Pendiri yang Enam Kali Jadi Runner Up
Kondisi ini terpantau mengakibatkan banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang sejumlah desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bahkan aliran banjir lahar dingin menyebabkan putusnya jembatan darurat penghubung antardesa di wilayah tersebut.
Dilaporkan BPBD setempat beberapa dampak akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru telah memutus kembali jalur Curah Kobokan menuju Dusun Sumbersari di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Aliran air dari sungai yang berada di belakang rumah warga Dusun Kamar Kajang di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, juga mengakibatkan jalan nasional tergenang, sehingga jalan tidak bisa dilalui kendaraan yang akan melintas.
Baca Juga: Dodol Ganja Modus Baru Peredaran Narkoba, Polisi Tangkap Pengedarnya
Di lokasi lainnya terpantau banjir lahar dingin Gunung Semeru menyebabkan melubernya air di jembatan Kali Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian.
Termasuk pada lokasi tambang rotary yang terpantau dua alat berat terjebak dalam aliran lahar dingin. Dari penelusuran yang dilakukan tim, warga setempat menginformasikan bahwa operator alat berat tersebut berhasil meninggalkan lokasi sesaat sebelum aliran banjir menyapu lokasi.
Artikel Terkait
Letusan Gunung Semeru Sudah Telan 13 Korban Jiwa dan Puluhan Lainnya Luka, Status Meningkat Menjadi Waspada
Warga Terdampak Semeru yang Rumahnya Rusak Tak Bisa Ditinggali akan Diberi Bantuan Uang Setiap Bulannya
Paska Erupsi, Tim Badan Geologi Lakukan Pembaharuan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru
Update Erupsi Semeru, 46 Korban Meninggal Dunia dan 9.118 Jiwa Mengungsi
Begini Nasib Hewan Usai Semeru Meletus