• Sabtu, 26 November 2022

Sumur Eksplorasi Bajakah Sumber Daya Migas Baru di Indramayu, Pertamina EP Pastikan Cadangan Produksi Terjaga

- Senin, 29 Agustus 2022 | 15:54 WIB
 Sumur eksplorasi Bajakah atau BJK 001 pada wilayah kerja Pertamina EP Jatibarang Field berlokasi di Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (CIPYADI/PROTOKOL24)
Sumur eksplorasi Bajakah atau BJK 001 pada wilayah kerja Pertamina EP Jatibarang Field berlokasi di Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (CIPYADI/PROTOKOL24)

 

INDRAMAYU, PROTOKOL24- Pertamina EP berhasil menambahkan sumber daya migas nasional melalui pengeboran sumur eksplorasi Bajakah atau BJK 001.

Pengeboran sumur eksplorasi Bajakah atau BJK 001 ini dilakukan di wilayah kerja Pertamina EP Jatibarang Field yang berlokasi di Desa Rancahan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sumur eksplorasi Bajakah atau BJK 001 ditajak pada 12 Mei 2022 dengan target utama di lapisan batupasir dan batugamping Formasi Cibulakan Atas.

Dengan demikian, pada kuartal ketiga tahun 2022 ini, Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina kembali berhasil menemukan tambahan sumber daya migas dari pengeboran sumur eksplorasi Bajakah atau BJK 001 di area onshore.

Sebelumnya juga telah berhasil menemukan sumber daya migas melalui sumur eksplorasi GQX-1 di area offshore blok PHE ONWJ.

Baca Juga: Kredit Macet BPR Karya Remaja Mencapai Rp150 Miliar, Bupati Bentuk Satgas Penanganan Debitur Bermasalah 

VP Exploration Regional Jawa, Muharram Jaya Panguriseng mengatakan, pengeboran pada sumur eksplorasi Bajakah atau BJK 001 ini mencapai kedalaman akhir di 2682 mMD pada tanggal 1 Juli 2022 lalu.

Sumur dibor dengan profil berarah tipe S menggunakan rig PDSI#31.3/D1500-E milik Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

Dari sumur Bajakah atau BJK 001, disebutkannya, berhasil ditemukan kandungan minyak dan gas bumi pada lapisan batupasir Formasi Cibulakan Atas saat Uji Kandung Lapisan ketiga dengan rate gas sebesar 4.4 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD).

Sedangkan rate condensate mencapai 42.1 Barel Kondensat Per Hari (BCPD).

Halaman:

Editor: Cipyadi

Sumber: PROTOKOL24

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X