BANDUNG, PROTOKOL24- Kementerian Kesehatan mencatat hingga saat ini total kasus Omicron di Indonesia mencapai 138 kasus, terdiri dari 135 kasus impor dan tiga lainnya kasus transmisi lokal. Dari perkembangan data tersebut, terdapat 20 warga Jawa Barat terpapar varian Omicron.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan bahwa 20 warga Jawa Barat yang terpapar varian Omicron bukan merupakan transmisi lokal.
Ridwan Kamil menyatakan warga yang terpapar Omicron tersebut merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan saat ini posisinya berada di tempat karantina di Jakarta, bukan di Jawa Barat.
"Hari ini tercatat warga Jabar yang datang dari luar negeri, kemudian dikarantina, dan diketahui terpapar Omicron ada 20 orang. Jadi ini breaking news," ujar Ridwan usai rapat pimpinan di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 3 Januari 2022, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Pikiran Rakyat berjudul 20 Warga Jawa Barat Terpapar Varian Omicron, Ridwan Kamil Singgung Tranmisi Lokal.
Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Dimulai, Jangan Ada Tambah Aturan Baru Selain SKB Empat Menteri
Ditegaskan Ridwan Kamil, mereka yang terpapar bukan di level komunitas. Semua tersisir di batas negara yaitu di bandara, cuma KTP-nya tercatat warga Jawa Barat.
"Saya ulangi, Omicron belum ada di tanah Jabar, per-hari ini. Tapi, yang KTP-nya Jabar sekarang dikarantina Jakarta ada 20 orang," ucapnya.
Omicron di Jawa Barat, lanjut dia, belum ada penularan lokal, karena semua orang yang terpapar Omicron rata-rata orang sebelumnya bepergian dari luar negeri.
Baca Juga: Ada Beberapa Publik Figur Berperan jadi Mucikari dalam Kasus Prositusi Online Cassandra Angelie
"Beda dari kasus Omicron di Jatim, kalau di Jatim itu dari Bali terus masuk Surabaya. Bedasarkan berita saya terima, Jabar tidak begitu,"ujarnya.
Ridwan Kamil mengakui, jumlah 20 warga ber KTP Jawa Barat tersebut terbilang banyak. Meski demikian, mereka tidak beredar di komunitas, masih beredar di karantina di batas negara di Jakarta.
"Transmisi lokal saya nyatakan belum ada,"ujarnya.
Baca Juga: Anggota Polisi dikeroyok Puluhan Orang Hingga Luka-Luka, 10 Orang Berhasil Diamankan
Meski demikian, kata Ridwan Kamil, Pemprov Jabar pro-aktif. Pihaknya bersama komite, melakukan perhitungan. Terlebih 14 hari pasca nataru. Pihaknya menyusun asumsi yang akan terjadi berserta penanganannya.
"Maka, per-oksigenan semua persiapkan, pokoknya semua diulang lah seperti delta,"katanya.