PROTOKOL24- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai libur dan perayaan Natal 2021 di Jawa Barat berjalan lancar.
Di sisi lain, menurutnya pada libur dan perayaan Natal 2021 itu relatif tidak ada laporan yang menyebutkan terjadinya gangguan protokol kesehatan (prokes).
Ridwan Kamil pun menepis adanya penilaian orang yang menyebutkan terjadi diskriminasi dalam penerapan aturan saat hari raya.
"Ada yang nanya soal Idul Fitri (kenapa) dihalangi, nah itu orang-orang yang tidak paham bahwa keputusan itu, tidak ada keputusan yang sifatnya diskriminatif," kata Ridwan Kamil, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Pikiran Rakyat berjudul Natal 2021 Aman, Ridwan Kamil Minta Masyarakat Jangan Lengah karena Omicron Mengintai.
Baca Juga: Daftar Harga HP RAM 4GB Murah, Ada Xiaomi, Oppo, Vivo, Realme dan Samsung
Menurut Ridwan Kamil, kalau Natal 2021 penularan varian Delta masih tinggi maka akan diperlakukan sama seperti ketika kasus melonjak pada Idul Fitri.
"Media juga perlu edukasi bahwa komen-komen seperti itu jangan jadi api kecil yang nanti membakar logika-logika yang tidak jelas gitu. Jadi kesimpulannya saya bahagia Natal terlewati dengan lancar tinggal tahun baru, media juga laporkan ke kami juga menemukan kerumunan yang berlebihan," katanya.
Ditegaskan Ridwan Kamil, jika ada perayaan dengan kerumunan akan langsung diberi sanksi.
Baca Juga: Nataru di Rumah Saja, Polres Karawang Imbau Warga Rayakan Tahun Baru Secara Sederhana
Sementara itu terkait dengan micro lockdown, Ridwan Kamil mengatakan, tidak ada hal baru dalam penanganan Covid.
"Mau apapun namanya treatmentnya sama saja. Pemerintah melakukan 3T, masyarakat melakukan 5 M. Dalam prakteknya kita pernah melakukan. Dulu tidak ada istilah micro lockdown dan itu istilah baru deui. Udah PPKM mikro aja jangan ubah-ubah istilah nanti pusing," tuturnya.
Dikatakan Ridwan, pihaknya pernah melakukan PPKM dimana RT ditutup RW ditutup tapi kotanya tidak ditutup.
"Ada satu masa kita melakukan PSBB seluruhnya menyamaratakan kasusnya Hegarmanah kan nah itu PPKM mikro, jadi belum ada laporan Omicron di Jawa Barat tadi hasil laporannya. Jadi bahwa harus siap-siap ya pasti responnya kan 3T. Jadi kalaupun ada dengan treatment PPKM itu kita pernah melakukan contohnya waktu di Hegarmanah tidak Kota Bandung ya, kan kita punya pengalaman," katanya.
Baca Juga: Diculik Disekap dan Diperkosa, Anak 14 Tahun di Bandung Juga dijual Lewat Michat
Kedua, ucap Ridwan Kamil, pola Jawa Barat adalah menyiagakan semua infrastruktur tapi dengan tenang.
Artikel Terkait
Ini Aturan Terbaru dari PT KAI pada Natal dan Tahun Baru 2022, Siapkan Hasil Test PCR Untuk Usia di Bawah 12
Pemerintah Tak akan Berlakukan Putar Balik Kendaraan Pada Masa Natal dan Tahun Baru 2022
5 Lagu Natal yang Menghangatkan Suasana Selain Jingle Bells
Jelang Natal, Begini Situasi Bandara Soekarno-Hatta
Menteri Luhut Instruksikan Hal Ini Kepada Warga saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2022