• Sabtu, 26 November 2022

Sekolah Tatap Muka Dimulai, Jangan Ada Tambah Aturan Baru Selain SKB Empat Menteri

- Senin, 3 Januari 2022 | 14:30 WIB
Siswa SMPN 3 Jatibarang Kabupaten Indramayu melakukan pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan. (CIPYADI/PROTOKOL24)
Siswa SMPN 3 Jatibarang Kabupaten Indramayu melakukan pembelajaran dengan menerapkan protokol kesehatan. (CIPYADI/PROTOKOL24)


JAKARTA, PROTOKOL24- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen mulai diterapkan Senin, 3 Januari 2022. PTM di sekolah pada semester kedua tahun pelajaran 2021/2022 boleh melibatkan peserta didik hingga 100 persen sebagaimana Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri yang mengatur tentang pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

SKB 4 Menteri yang mengatur tentang pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen ditandatangani oleh Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, serta Menteri Agama bersifat final.

Pada pelaksanaannya, kepala daerah tidak boleh menambahkan persyaratan dan ketentuan di luar yang diatur di dalam SKB 4 Menteri itu. Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Sugeng Suharyono.

"Catatan terakhir dari SKB itu, bahwa Kepala Daerah tidak diperkenankan untuk menambahkan persyaratan dan ketentuan di luar yang diatur di dalam SKB 4 Menteri," kata Sugeng Suharyono, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Pikiran Rakyat berjudul Kepala Daerah Diminta Tidak Membuat Aturan Baru yang Bikin Gaduh Soal Sekolah Tatap Muka.

Baca Juga: Ada Beberapa Publik Figur Berperan jadi Mucikari dalam Kasus Prositusi Online Cassandra Angelie

Bahwa gubernur selaku pemerintah pusat dapat membina dan mengawasi di wilayah kerjanya. Gubernur juga diberikan kewenangan untuk memberikan sanksi bagi Bupati/Wali Kota yang tidak menjalankan SKB 4 Menteri.

Lebih lanjut, Sugeng berpendapat, ada dampak sosial yang akan terjadi apabila pembelajaran jarak jauh terus dilaksanakan untuk jangka waktu yang lama.

Salah satunya adalah pihak sekolah harus bisa mengakomodir mayoritas orang tua yang dengan kesibukannya tidak bisa menemani putra-putrinya untuk belajar.

Di lain sisi, kesiapan infrastruktur juga akan menjadi hambatan apabila pembelajaran jarak jauh terus dilaksanakan dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Pulang Liburan, Dua Warga Alami Transmisi Lokal Covid-19 Varian Omicron 

Halaman:

Editor: Cipyadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X