Disparbud Kota Bogor Memantau Peningkatan Jumlah Pengunjung di 5 Lokasi Wisata

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Senin, 27 Desember 2021 | 08:00 WIB
Kebun Raya Bogor menjadi salah satu destinasi wisata favorit saat libura Nataru. (Pikiran-Rakyat)
Kebun Raya Bogor menjadi salah satu destinasi wisata favorit saat libura Nataru. (Pikiran-Rakyat)

 

PROTOKOL24- Kota Bogor memiliki lima tempat wisata favorit yang sering menjadi tujuan wisata saat liburan, hal ini tampak dari peningkatan jumlah pengunjung yang cukup banyak dibanding lokasi wisata lainnya.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Jawa Barat, mencatat peningkatan jumlah pengunjung wisata terjadi di Kebun Raya Bogor, Kuntum Farm Field, Wisata Outbond SKI, The Jungle, Kampung Wisata Mulyaharja.

Kelima destinasi wsiata itu bisa menjadi referensi saat libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) bersama keluarga.

Baca Juga: Daftar Harga Samsung Galaxy M Terbaru Akhir Desember 2021, Ada Samsung Galaxy M02, M22, M32, M03s, M52 5G

Kabid Pariwisata Disparbud Kota Bogor Ferry Firmansyah mengatakan sedikitnya ada 25 tempat wisata yang bisa menjadi pilihan wisatawan untuk menghabiskan waktu liburan.

Tempat-tempat wisata itu merupakan tempat wisata air, yakni kolam renang, wisata alam Kebun Raya Bogor, wisata kebun binatang mini, kampung tematik, museum dan wisata ziarah.

Namun dari jumlah tersebut, ada lima tempat wisata yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung.

"Pantauan dan laporan hingga saat ini, sementara masih lima tempat itu," kata Ferry Firmansyah, seperti dikutip PROTOKOL24 dari Antara, Senin 27 Desember 2021.

Baca Juga: Resolusi 2022, Perhatikan Tiga Hal Ini Saat Membuatnya 

Pada masa pandemi Covid-19 ini dan di tengah upaya mencegah penyebaran varian baru Omicron, Disparbud Kota Bogor mengimbau pengelola dan pengunjung wisata untuk menaati protokol kesehatan (prokses). Selain itu, juga wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagaimana Permendagri nomor 67 tahun 2021.

Pengelola juha harus memperhatikan jumlah pengunjung sebagai upaya pembatasan hingga 75 persen agar tidak terjadi kerumunan di tempat-tempat wisata.

Pembukaan tempat wisata sebagai upaya pemulihan ekonomi, tidak boleh mengesampingkan upaya pemulihan kesehatan.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X