CIAMIS, PROTOKOL24- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen telah mulai diterapkan Senin, 3 Januari 2022. PTM yang mulai berlaku pada semester kedua tahun pelajaran 2021/2022 boleh melibatkan peserta didik hingga 100 persen.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebagaimana diberlakukan sebagaimana Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri yang mengatur tentang pembelajaran di masa pandemi Covid-19.
SKB 4 Menteri yang mengatur tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen ditandatangani oleh Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, serta Menteri Agama bersifat final.
Baca Juga: PPKM Darurat dan Lockdown Mungkinkah Diterapkan Kembali, Ini Penjelasan Luhut Binsar Pandjaitan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Yoyo mengatakan selama PTM berlangsung, pihaknya gencar melaksanakan tes acak Covid-19 terhadap sekolah yang menyelenggarakan PTM 100 persen.
Ia menyebutkan hingga saat ini tidak ditemukan laporan konfirmasi positif Covid-19, baik itu siswa, tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan.
“Kami rutin melaksanakan surveilans sampling terhadap sekolah PTM. Kami belum menerima laporan konfirmasi positif. Semoga keadaan seperti ini tetap dapat dipertahankan,” kata Yoyo, seperti .
Dia mengatakan, pelaksanaan tes acak tersebut mengambil sampel sebanyak 10 persen per wilayah. Kegiatan tersebut dilakukan mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
“Kami mengambil sampel 10 persen sekolah per wilayah. Jika dalam satu wilayah ada 100 sekolah, diambil 10 sekolah. Tuntas satu wilayah, dilanjut wilayah lain. Surveilans sampling sekolah PTM, rutin dilaksanakan sejak tiga bulan lalu,” ucapnya.
Kegiatan tersebut, lanjut dia, tidak hanya berkenaan Covid-19, termasuk sarana prasarana, serta perilaku selama berlangsung PTM. Dengan demikian, sasaran pemeriksaan berlangsung menyeluruh.
Baca Juga: Seekor Hamster Terbukti Positif Covid-19, Sudah Ada 2000 Lebih yang Dimusnahkan
“Kegiatan seperti ini, rutin dilaksanakan sejak tiga bulan lalu. Sekaligus sebagai deteksi dini, mengantisipasi kemungkinan terjadi penyebaran omicron. Kami juga minta masyarakat tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada terhadap varian baru tersebut,” ujarnya.
Berkenaan vaksinasi anak usia 6 -11 tahun, Yoyo mengatakan, sampai saat ini sudah mencapai 81,38 persen. Kegiatan vaksinasi juga berkolaborasi dengan dengan Polres Ciamis maupun Kodim 0613 Ciamis.
“Kami terus menggenjot vaksinasi. Kalau target ya selesai 100 persen,” kata Yoyo.
Artikel Terkait
Mendikbudristek Beberkan Kenaikan Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Selama Pandemi Covid-19
Sekolah Tatap Muka Dimulai, Jangan Ada Tambah Aturan Baru Selain SKB Empat Menteri
Ridwan Kamil Dorong Penerapan Kurikulum Bisnis Digital Untuk Kurangi Tingginya Angka Pengangguran Lulusan SMK