Kiai di Indramayu Diserang Saat Sedang Berdzikir, Dua Anggota Keluarganya Ikut Terluka

photo author
Cipyadi, Protokol24
- Rabu, 9 Maret 2022 | 08:42 WIB
Seorang kiai di Kabupaten Indramayu bersama isteri dan keponakannya menjadi korban aksi kekerasan menggunakan senjata tajam yang dilakukan seorang pria tidak dikenal. (Pixabay.com)
Seorang kiai di Kabupaten Indramayu bersama isteri dan keponakannya menjadi korban aksi kekerasan menggunakan senjata tajam yang dilakukan seorang pria tidak dikenal. (Pixabay.com)


INDRAMAYU, PROTOKOL24- Seorang kiai di Kabupaten Indramayu diserang menggunakan senjata tajam oleh seorang pria tak dikenal saat tengah berdzikir di mushola dalam Komplek Pesantren An-Nur Desa Tegal Mulya Kecamatan Krangkeng, Selasa malam 8 Maret 2022.

Korban yang merupakan Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) Nahdlatul Ulama Kabupaten Indramayu, KH Farid Ashr Waddahr atau Gus Farid mengalami sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam yang dilayangkan pelaku.

Tak hanya sang kiai, serangan itu juga menimpa istrinya, Ning Annah dan keponakannya, Muhammad Haka. Seluruh korban saat ini menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca Juga: Polres Indramayu Amankan 30 Sepeda Motor Bersama 7 Tersangka Pemetik dan Penadah Kendaraan Hasil Pencurian 

Peristiwa itu bermula ketika seorang pria datang memasuki komplek pesantren dan mencari keberadaan kiai. Ketika peristiwa itu terjadi, rumah sang kiai dalam keadaan sepi.

Pria tak dikenal itu, menerobos masuk ke dalam rumah dan menanyakan keberadaan Gus Farid. Pelaku yang mengetahui kiai tidak berada di tempat, terlebih dahulu melakukan pembacokan terhadap istri dan ponakan Gus Farid yang saat itu sedang berada di rumah.

Tak cukup sampai di situ, pelaku yang masih memegang senjata tajam kemudian menuju mushola pesantren dan mendapati Gus Farid tengah dzikir.

Tanpa basa-basi, pria tersebut langsung menyerang dari belakang sehingga Gus Farid mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

Warga sekitar pesantren yang mengetahui peristiwa itu, langsung memberikan pertolongan kepada para korban setelah sebelumnya berhasil mengamankan pelakunya.

Baca Juga: Beredar Informasi Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Ini Penjelasan Satgas 

Atas peristiwa ini, Ketua PCNU Indramayu, Kiai M Musthofa berharap seluruh kiai dan warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Indramayu tetap tenang, namun harus tetap waspada.

"Terus terang saya sangat kaget mendengar informasi bahwa Gus Farid dianiaya orang, makanya saya langsung datang ke TKP dan sempat melihat kondisi Gus Farid di rumah sakit, kemudian saya ke Polsek untuk meminta aparat kepolisian agar mengusut tuntas kejadian ini dan diketahui motifnya serta menghukum berat pelakunya," tegas Kiai M Musthofa.

Menyikapi tindak kekerasan yang menimpa kiai, Ketua PC GP Ansor Indramayu, Edi Fauzi langsung memerintahkan pasukan banser untuk bersiaga menjaga dan mengamankan rumah Gus Farid.

"Saya perintahkan kepada seluruh pasukan Banser untuk siaga, jangan lengah, kawal kiai, amankan dan pastikan keselamatan para kiai," tegas Edi Fauzi.

Saat ini kasusnya sudah ditangani Polres Indramayu yang langsung melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang saat ini sudah diamankan.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Cipyadi

Sumber: PROTOKOL24

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X