kesehatan

Waspada Virus Hendra Saat Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Bisa menular ke Kuda dan Manusia

Sabtu, 14 Mei 2022 | 10:47 WIB
Virus hendra menular ke kuda dan manusia dapat menyebabkan penyakit parah bahkan fatal pada kuda dan manusia yang terinfeksi. (Tangkapan layar Freepik)


PROTOKOL24- Disaat pandemi Covid-19 belum reda dan ancaman hepatitis mulai mengintai, kini semua harus mewaspadai munculnya virus hendra (HeV).

Kemunculan virus hendra (HeV) yang bisa menular ke kuda dan manusia dapat menyebabkan penyakit parah bahkan fatal pada kuda dan manusia yang terinfeksi.

Untuk pertama kalinya, virus hendra (HeV) terdeteksi di pinggiran Kota Brisbane, Hendra, Australia, pada tahun 1994.

Baca Juga: Peneliti Ungkap Manfaat Cuka Apel Untuk Penderita Diabetes, Begini Cara Untuk Menurunkan Gula Darah

Diketahui virus hendra (HeV) yang memiliki reservoir alami kelelawar dari genus Pteropus saat awal ditemukannya menginfeksi 21 kuda pacu dan 2 orang lainnya.

Selain itu, kasus serupa juga terjadi di pantai timur laut Australia dimana sebanyak 70 kuda dilaporkan terinfeksi virus hendra (HeV) pada Juli 2016.

Bermula dari kontak dekat selama perawatan atau nekropsi kuda yang sakit atau mati, virus Hendra mengifeksi sebanyak 7 orang.

Baca Juga: Apple Diisukan Tambah Fitur USB 3.0 di iPhone 14, Kecepatan Transfer Data bisa Mencapai 5Gbps

Gejala virus hendra (HeV) pada manusia diketahui berupa influenza hingga penyakit pernapasan atau saraf yang fatal.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk mencegah infeksi virus Hendra pada manusia.

Meski demikian, Badan Kesehatan Dunia (WHO) sedang meneliti penggunaan antibodi monoklonal.

Sementara untuk hewan, pemberian vaksin efektif mencegah infeksi virus Hendra.

Baca Juga: Begini Cara Menjaga Jantung Sehat, Coba Konsumsi Ikan Ini Setiap Hari 

Dikutip Protokol24 dari Pikiran-rakyat.com dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), cara mencegah tertular virus Hendra dapat dilakukan dengan menghindari hewan yang terinfeksi virus Hendra dan menggunakan alat pelindung diri yang aman bila akan kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi.

Menurut Kemenkes, pengobatan bisa dilakukan dengan memberi Ribavirin yang terbukti efektif melawan virus in vitro.***(Witri Gustiani/Pikiran Rakyat)

Halaman:

Tags

Terkini