PROTOKOL24- Penyakit cacar monyet atau Monkeypox mulai merebak dan diketahui telah terdeteksi penyebarannya pada 75 negara di dunia.
Penyebaran cacar monyet disebabkan oleh virus Monkeypox yang terbentuk dari infeksi zoonosis virus, diketahui dapat menyebar dari hewan ke manusia, atau antar manusia.
Mulai merebaknya cacar monyet atau Monkeypox mendorong pemerintah untuk memperingatkan masyarakat agar selalu waspada, namun tidak perlu khawatir berlebihan.
Selain itu, pemerintah juga mengharapkan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan agar terhindar dari wabah penyakit cacar monyet atau Monkeypox ini.
Kementerian Kesehatan RI merilis cara penularan virus Monkeypox dapat melalui sentuhan fisik dengan penderita cacar monyet.
Penularan virus Monkeypox ini diketahui dapat menular melalui cairan yang melepuh dari ruam atau bercak merah dari penderita cacar monyet.
Ruam atau bercak merah dari penderita cacar monyet terjadi pada satu hingga tiga hari setelah mengalami demam lebih dari 30 derajat celcius
Munculnya ruam tersebut ditandai dengan perubahan warna kulit, munculnya benjolan kecil berukuran 0,5 mm, hingga muncul gelembung berisi cairan nanah.
Ruam yang menjadi tanda gejala cacar monyet tersebut akan muncul mulai dari area kepala, wajah, sampai bagian tubuh lain seperti telapak tangan dan kaki.
Perkembangan ruam pada gejala Monkeypox diketahui cukup lambat, yaitu selama 3 sampai 4 minggu.
Penampakan khusus dari gejala Monkeypox adalah terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening.
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk mendeteksi cacar monyet atau Monkeypox, antara lain: