PROTOKOL24- Pemerintah telah mengumumkan kasus terkonfirmasi positif pertama Virus Covid-19 varian Omicron di Indonesia dengan pasien pertama merupakan seorang pekerja di Wisma Atlet Indonesia pada pertengahan Desember 2021 ini.
Menyikapi hal itu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan pemerintah agar Omicron sebagai varian baru Covid-19 tidak menyebar lebih luas.
Beberapa langkah yang sudah dilakukan pemerintah ialah dengan meningkatkan kembali penerapan protokol kesehatan (prokes) masyarakat, menegakan penarapan aplikasi PeduliLindungi, dan terus menggenjot capaian target vaksinasi.
Baca Juga: Jelang Natal, Begini Situasi Bandara Soekarno-Hatta
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan saat ini pemerintah secara serius menyikapi telah masuknya varian Omicron di Indonesia. Keseriusan itu ditandai dengan meminta seluruh rumah sakit menyiapkan langkah kontigensi.
Dengan langkah kontigensi yang dilakukan di seluruh rumah sakit di tanah air, maka ketika ada pasien Covid-19 yang membutuhkan layanan medis, maka kapasitas rumah sakit akan mencukupi untuk menampung pasien.
“Pemerintah mendorong rumah sakit di seluruh Indonesia untuk melakukan penyiapan langkah kontingensi. Yaitu melakukan konversi tempat tidur untuk layanan Covid-19 jika kapasitas keterisiannya sudah melebihi 60 persen kapasitas,” jelas Wiku Adisasmito.
Baca Juga: KH Yahya Cholil Staquf Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU Pada Muktamar ke-34
Berdasarkan data per tanggal 19 Desember 2021, Wiku Adisasmito menyebutkan bahwa tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 secara nasional sebesar 2,73 persen, baik tempat tidur untuk isolasi maupun intensive care unit (ICU).
Wiku Adisasmito menuturkan dari data yang ada saat ini kondisi pelayanan di rumah sakit masih terkendali.
“Bahkan, angka keterisian per provinsinya tidak lebih dari 30 persen. Sehingga dapat disimpulkan, kondisi pelayanan di rumah sakit masih terkendali dan tidak terjadi peningkatan perawatan akibat lonjakan kasus,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Lagu Natal yang Menghangatkan Suasana Selain Jingle Bells
Terkait perkembangan kasus Omicron yang ditemukan di Indonesia, Wiku Adisasmito mengungkapkan telah terdeteksi delapan kasus positif.
Ini merupakan hasil skrining di pintu kedatangan yang kemudian segera diisolasi dan ditangani oleh tenaga kesehatan. Nantinya setelah didapati hasil negatif paska masa karantina, maka penyintas tidak lagi mampu menularkan virus tersebut ke orang lain.
Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, apalagi Omicron memiliki kecenderungan gejala ringan atau bahkan tidak ada gejala sama sekali.***
Artikel Terkait
Waspada Omicron Hampir Tidak Bergejala, Menyebar Lebih Cepat Hingga Keluar Benua
Wisma Atlet Kemayoran Lockdown Pasca Kasus Positif Omicron, Ini Langlah Pemerintah
Virus Omicron 'Menggila' di Inggris, Dalam Sehari Bertambah 10.000 Kasus Baru
Cegah Omicron Saat Nataru, PeduliLindungi Dipertegas Pengamanan Dipertebal
Kasus Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 8, Warga Diminta Tunda Perjalanan ke Luar Negeri