''Di Indonesia kita mengidentifikasi kasus pertama pada pertengahan Desember, tapi kasus mulai naiknya di awal Januari. Kita hitung antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat,'' kata Budi dikutip dari laman Kemenkes.
Baca Juga: Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan Disesuaikan dengan Gejolak Kasus Covid-19 di Lapangan
Berdasarkan hasil identifikasi, puncak kasus pertama akan terjadi di wilayah Jabodetabek. Hal itu didasarkan karena 90 persen transmisi lokal terjadi di wilayah tersebut,
Untuk itu, vaksinasi booster akan gencar dilakukan di wilayah Jabodetabek guna menangkal penyebaran virus Omicron.
Baca Juga: Hilang Saat Mencari Kepiting, Seorang Warga ditemukan di Mulut Buaya Jumbo
Kemenkes juga sudah menyiapkan obat Molnupiravir sebanyak 400 ribu tablet. Obat tersebut diperuntukkan bagi pasien covid-19 dengan gejala ringan. Masyarakat pun diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah aktivitasnya sehari-hari.***
Artikel Terkait
Omicron Kian Mengganas, Pengetatan PPKM Mungkin Kembali Dilakukan
Waspada Omicron, Pintu Kedatangan Dalam Negeri Kembali Dibuka Demi Jaga Hubungan Baik Antarnegara
Ini Tanggapan Mantan Menteri Kesehatan Soal Obat Covid-19, Sudah Siapkah Indonesia Menghadapi Omicron?
Gelombang Omicron di Depan Mata, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Antisipasi Penyebarannya
Kasus Pertama Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia, Kemenkes Berikan Penjelasannya