Protokol24 - Virus covid-19 varian Omicron diklaim memiliki daya tular yang tinggi dibandingkan varian lainnya. Namun virus tersebut tidak menimbulkan banyak gejala jika dibandingkan varian lain seperti Delta.
Kementerian Kesehatan baru saja mengumumkan 2 pasien meninggal dunia akibat varian Omicron. Satu orang tertular dari transmisi lokal dan satu lagi meninggal sesudah melakukan perjalanan dari luar negeri.
Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pasien meninggal tersebut mempunyai penyakit penyerta atau komorbid.
Hal itulah yang menyebabkan pasien meninggal dunia.
Saat ini, kasus covid-19 di Indonesia tercatat kembali meningkat. Per Sabtu 23 Januari kemarin, jumlah penambahan kasus ada 3.205.
Dari jumlah tersebut, 5 pasien di antaranya meninggal dunia.
Sementara itu, untuk varian Omicron sendiri sudah menyentuh 1.161 kasus di Indonesia.
Diprediksi Pecah Bulan Februari Hingga Maret
Baca Juga: Ini Risiko Bahaya Menggunakan Whatsapp GB, Berhati-Hatilah Terhadap Data Pribadi Anda
Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi, puncak gelombang omicron di Indonesia akan dimulai pertengahan Februari hingga Maret 2020.Baca Juga: Ayah Tega Setubuhi Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur, Sering Pamit Pulang ke Istrinya Untuk Makan Siang
Estimasi tersebut ditinjau dari pergolakan virus Omicorn yang ada di dunia.
Artikel Terkait
Omicron Kian Mengganas, Pengetatan PPKM Mungkin Kembali Dilakukan
Waspada Omicron, Pintu Kedatangan Dalam Negeri Kembali Dibuka Demi Jaga Hubungan Baik Antarnegara
Ini Tanggapan Mantan Menteri Kesehatan Soal Obat Covid-19, Sudah Siapkah Indonesia Menghadapi Omicron?
Gelombang Omicron di Depan Mata, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada Antisipasi Penyebarannya
Kasus Pertama Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia, Kemenkes Berikan Penjelasannya