Berbekal papan tulis dan modul pembelajaran, tutor sebaya yang turut dalam pelayaran menjadi pengajar bagi 15 orang nelayan sebagai warga belajar setiap kelompoknya.
Saat tengah beristirahat, barulah kegiatan pembelajaran antara warga belajar dengan tutor sebaya dilakukan.
“Ada yang bilang ini seperti pembelajaran pada kapal kedua setelah yang dilakukan Nabi Nuh dulu,” ujar Royani.
Atas terobosan pembelajaran itu, PKBM Family pun mendapat penghargaan dari Presiden RI ketika itu, Susilo Bambang Yudhoyono.
PKBM Family menempati posisi juara pertama mewakili Jawa Barat pada lomba di tingkat nasional tahun 2007, disusul Papua dan Jawa Tengah.
Meski berawal dari program pemberantasan buta aksara, namun PKBM Family kini telah mampu meluluskan ratusan alumni berijzah pendidikan kesetaraan berbagai jenjang.
Bahkan beberapa lulusannya telah ada yang menjadi kepala desa atau kuwu, bekerja di perusahaan ternama, hingga menjadi nakhoda berbekal ijazah Paket C.
Selama program kerjasama, PKBM Family mendapatkan dukungan dana dari PHE ONWJ.
Sehingga pengelola PKBM Family dapat melakukan sistem subsidi bagi aktivitas dan pembelajaran warga belajar.
“Tentu kami sangat berterimakasih kepada Pertamina PHE ONWJ, dengan kolaborasi ini kita yakin bisa mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi nelayan dan keluarganya,” pungkas Royani.(Cip)
Artikel Terkait
Pertamina PHE ONWJ Dukung KTH Cemara Kulon Merintis Budidaya Durian Premium, Tingkatkan Perekonomian Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan
Sulap Semak Belukar Jadi Taman Wisata, Pertamina PHE ONWJ Bantu KTH Cemara Kulon Bangun Jembatan Manfaatkan Palet Limbah Bekas Operasional