PROTOKOL24- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan pemerintahan provinsi tidak bisa melawan perubahan pada era 4.0 yang sedang terjadi saat ini.
Ridwan Kamil memprediksi di masa depan PNS Jawa Barat pun bergeser terlebih pada struktural.
"Mulai tahun depan tidak ada lagi eselon 4. Dari perubahan itu jangan dibilang perubahan itu hanya ada di PT Pos atau BPJS. Jadi kami pemerintahan provinsi pun tidak bisa melawan perubahan yang namanya 4.0 orang yang tidak bisa melawan," tandas Ridwan Kamil saat peluncuran Jabar Migrant Service Centre.
Baca Juga: Geng Motor Berulah Menganiaya Warga, Polisi Amankan 10 Orang Pelakunya
Ridwan Kamil menyebutkan hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menggantikan 400 PNS dengan artificial intelligence (AI) seiring dengan perkembangan teknologi saat ini.
Bahkan penilaian terhadap kinerja PNS di Jawa Barat pun sudah dilakukan secara digital atau melalui komputerisasi. Sistem komputer yang dimiliki Jawa Barat bisa menilai objektif para PNS yang bertugas di wilayahnya.
Hal ini tentu menjadi terobosan dan hanya Jawa Barat yang telah menerapkan sistem tersebut.
Dengan sistem ini, setiap ada lowongan maka komputer akan menominasikan 3 terbaik dari kapasitas dan integritasnya. Sehingga dengan demikian, maka ditindaklanjuti dengan melantik nominasi terbaik tanpa harus membahas tanya jawab dan lain sebagainya.
"Rotasi mutasi di Jawa Barat, kalau ada kepala dinas kosong saya sudah pakai artificial intelligence tidak perlu lelang," sebut Ridwan Kamil.
Baca Juga: Cegah Omicron Saat Nataru, PeduliLindungi Dipertegas Pengamanan Dipertebal
Terobosan lainnya yang juga dilakukan adalah pada sistem perencanaan pembangunan Jawa Barat yang sudah memakai aplikasi penuh.
Akibatnya ada 400 PNS yang harus digantikan tadi, selanjutnya yang digantikan itu akan digeser menjadi pekerjaan dinamis. Seperti mempromosikan target investor, membereskan krisis, hingga mempromosikan petani milenial.
"Karena dulunya dia ke sini cuman input dan 5 proses dalam pembangunan Jawa Barat proses input, proses tuang input, sekarang proses sudah pakai robot," ucapnya.(*)
Artikel Terkait
Waspada! Virus Covid-19 Masih Ada, Penambahan Tersebar di 10 Provinsi dengan Jawa Barat Terbanyak
Meski Pemerintah Pusat Batalkan PPKM Level 3, Jawa Barat Tetap Perketat Aturan Saat Nataru
Tak Ingin Kecolongan, Seluruh Pesantren di Jawa Barat Akan Diawasi
Cegah Omicron Masuk Jawa Barat, Ridwan Kamil Minta Semua Perketat Protokol Kesehatan
Jawa Barat Masih Bebas Omicron, Dinkes Minta Masyarakat Jangan Abaikan Prokes