Akan tetapi, untuk perbaikan ringan dan pemeliharaan jalan dilakukan rutin setiap bulan seperti tambal sulam jalan rusak, perbaikan bahu jalan.
“Mudah-mudahan perekonomian Indonesia, dan Jawa Barat khususnya tahun 2022 terus membaik dan meningkat, sehingga APBD Jabar pun meningkat sehingga anggaran untuk perbaikan infrastruktur bisa terpenuhi,” ucap Bambang.
Sebelumnya, Usia kelayakan jalan di Jawa Barat memasuki masa akhir. Dari 2.360,58 km jalan provinsi, 70 persen di antaranya umur rencana jalannya sudah habis atau memasuki usia sepuluh tahun.
Tak hanya itu, jalan di Jabar pun masih banyak jalan yang belum standar lebarnya. Untuk jalan nasional lebarnya 9 meter, sedangkan jalan provinsi 8 meter. Sementara di lapangan kebanyakan ada 4 hingga 4,5 meter.
Baca Juga: Mayjen Maruli dan Agus Subiyanto Naik Jabatan, Duduki Posisi Strategis di TNI
Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Bambang Tirtoyuliono mengatakan, dengan kondisi tersebut pihaknya harus melakukan rekonstruksi jalan agar tidak terjadi kerusakan yang signifikan.
Namun karena keterbatasan anggaran, jalan rusak di Jabar diupayakan tetap mantap dengan pemeliharaan jalan seperti penambalan jalan dan preparasi jalan.
"Adapun peningkatan jalan kami kerja samakan dengan pihak swasta dengan catatan tidak ada duplikasi anggaran," ujar dia dalam jumpa pers di Kantor BMPR Jabar, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu, 22 Desember 2022.
Baca Juga: Seekor Hamster Terbukti Positif Covid-19, Sudah Ada 2000 Lebih yang Dimusnahkan
Dijelaskan Bambang, jumlah panjang jalan provinsi yang harus diurus itu 2360,58 km, sedangkan panjang jalan nasional yang ada di Jabar itu 1740 km dan jalan kabupaten kota di Jabar itu 28.000 km termasuk 1226 jembatan, sehingga total jalan jembatan di Jabar sepanjang 31.000 km.
Urusan kewajiban provinsi dari 2360,8 km tersebut dibagi dalam enam UPTD yang pertama wilayah Cianjur Depok Bogor Bekasi, kedua di Kabupaten Kota Sukabumi, ketiga Subang Purwakarta Karawang dan Bandung Raya, keempat Garut Sumedang, kelima priangan timur dan keenam wilayah Cirebon Majalengka dan Indramayu.
"Tugas kami memastikan kondisi jembatan kita harus mantap. Kalau bahasa gampang diliat dari umur jalan, gimana pengerasan jalannya," ucapnya.
Adapun kemantapan jalan di Jabar pada 2020 yaitu 81,2 persen, harapannya 2021 meningkat 82,4 persen.
Artikel Terkait
Kuningan Diserang Hama Babi, Petani Resah Padi dan Palawija Rusak
Banyak Tawuran dan Geng Motor, Polisi Akan Sisir Penjual Senjata Tajam
Pelaku Pengeroyok yang Menewaskan Anggota TNI AD Sudah Ditangkap Semua, Ini Peran Pelaku
Pengaduan Majelis Adat Sunda Terkait Arteria Dahlan Ditindaklanjuti Polisi