• Selasa, 4 Oktober 2022

Luncurkan Program Sapu Lobang Jalan, Masyarakat Bisa Melapor Jika Temukan Jalan Rusak

- Selasa, 25 Januari 2022 | 07:00 WIB
Masyarakat bisa melaporkan pengaduan kerusakan jalan provinsi kepada kantor UPTD Dinas BMPR Jabar di wilayah masing-masing. (Ummuhani89/instagram)
Masyarakat bisa melaporkan pengaduan kerusakan jalan provinsi kepada kantor UPTD Dinas BMPR Jabar di wilayah masing-masing. (Ummuhani89/instagram)

BANDUNG, PROTOKOL24- Program Sapu Lobang Jalan telah diluncurkan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat (Dinas BMPR Jabar).

Peluncuran program Sapu Lobang Jalan diikuti dengan instruksi kepada para Kepala UPTD di lingkup Dinas BMPR Jabar untuk inventarisasi jalan status provinsi yang rusak di wilayah masing-masing.

Nantinya, jalan yang rusak itu akan segera ditangani melalui pemeliharaan rutin, terlebih jika ada pengaduan masyarakat.

Baca Juga: Polisi Periksa 13 Saksi Terkait Penyuntikan Vaksin Kosong Kepada Siswi Sekolah Dasar

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, mengatakan, Unit Reaksi Cepat (URC) di enam UPTD saat ini sudah mulai bekerja dengan keterbatasan anggaran yang belum turun.

Mereka bertugas melakukan penanganan jalan rusak yang sering terjadi pada musim hujan di akhir dan awal tahun.

"Kami berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik, khususnya meningkatkan kemantapan jalan, yang nyaman dan aman untuk dilalui barang maupun orang, sudah merupakan komitmen bisa dilaksanakan mulai 2022 dan seterusnya. Kami juga sudah meluncurkan program Sapu Lobang Jalan, untuk memperbaikan jalan rusak yang berlobang,” jelas Bambang Tirtoyuliono, seperti dikutip Protokol24 dari Pikiran Rakyat berjudul Masyarakat Bisa Laporkan Langsung Jalan Rusak kepada UPTD Dinas BMPR Jawa Barat.

Baca Juga: Dinkes Ciamis Rutin Lakukan Surveilans Sampling Cegah Penyebaran Covid Saat PTM 100 Persen

Bambang mengakui pihaknya memiliki keterbatasan penanganan jalan provinsi di Jawa Barat, mengingat panjang jalan provinsi yang mencapai 2.360,58 km lebih dan terdapat 297 ruas jalan, ditambah lagi anggaran terbatas.

“Namun kami tidak boleh ‘cengeng’ kami tetap berupaya keras mencari solusinya,” tutur Bambang.

Halaman:

Editor: Cipyadi

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X