Malam Tahun Baru, Kota Bogor Tutup Jalan Ini

photo author
Jaenal Abidin, Protokol24
- Rabu, 29 Desember 2021 | 18:58 WIB
 Forkopimda Kota Bogor saat melakukan apel kesiapsiagaan jelang malam tahun baru. (ayosolo.id/Yogi Faisal)
Forkopimda Kota Bogor saat melakukan apel kesiapsiagaan jelang malam tahun baru. (ayosolo.id/Yogi Faisal)

Protokol24 – Sejumlah titik di Kota Bogor akan disekat pada malam perayaan Tahun Baru 2021. Kapolresta Bogor Kota Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro menyebut seluruh kegiatan pada malam tahun baru harus selesai pada pukul 22.00 WIB.

“Sesuai Imendagri di mana Kota Bogor berada pada PPKM level satu,  artinya tempat mal semua tutup pukul 22.00, untuk tempat hiburan malam pukul 00.00 juga tidak boleh ada aktivitas. Tidak boleh ada 50 orang berkumpul. Tolong camat, danramil, kapolsek jadi pedoman ini,” ujar Susatyo Purnomo Condro dalam apel pengamanan Tahun Baru di depan Markas Denpom Kota Bogor, Rabu, 29 Desember 2021.

Menurut Susatyo, pada malam tahun baru nanti, akan ada rekayasa lalu lintas penutupan jalan di sejumlah titik pada pukul 22.00 WIB.

Baca Juga: Link Streaming Layangan Putus Episode 7, Kinan Semakin Menderita Aris Makin Tak Tahu Diri

Penutupan jalan dilakukan di kawasan Jalan Sistem Satu Arah dan Pajajaran di enam titik yakni Simpang Jambu Dua, Simpang McDonald Pajajaran, Bundaran Air Mancur, Irama Nusantara, Baranangsiang, dan Simpang Empang.

“Jumlah personel minimal 30. Untuk antisipasi jalan di tutup, orang akan cari jalur, nanti setiap kecamatan aka nada dua titik yang kita monitor. Itu dari Jembatan Cinta, R3, Wangun, semua titik. Nanti diujung pasar TU, Yasmin. Ini sifatnya mobile,” kata Susatyo.

Susatyo mengatakan, dalam menjalankan skema pengamanan tahun baru, ada empat daya baying yang harus dikuasai. Pertama daya situasi, ruang, waktu, dan kekuatan.

Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final Piala AFF Leg 1 Pukul 19.30 WIB

“Untuk daya situasi, jangan pikir situasi biasa, lima menit sampai. Bayangkan situasinya orang pengen keluar semua, tantangannya kerumunan, tawuran, dan sebagainya. Daya ruang, tempat yang mobile, itu jangan dibayangkan bahwa jarak tempuh berapa lama. Nanti para camat memonitor di seputaran wilayah masing-masing, kalau ada kerumunan nanti langsung bubarkan,” ucap Susatyo.

Mengenai daya waktu, para anggota perlu memperhtungkan daya tempuh pasukannya. Sementara daya kekuatan, dalam penanganan perlu mobilisasi cepat, sehingga penanganannya juga cepat.

crush spontan 5 menit. Siapa yang duluan datang itu dilaksanakan. Ada laporan kerumunan, 5 menit harus sampai lokasi. Perhatikan betul kekuatan ini. Tolong disiapkan, nanti jangan sampai di sana tidak tahu mau bubarin apa,” kata Susatyo.

Baca Juga: Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Begini Kata Pakar IPB

Mengenai kendaraan umum, Susatyo meminta agar Dinas Perhubungan Kota Bogor memastikan operasional Biskita bisa rampung pukul 22.00. Hal itu dilakukan untuk mencegah keramaian di kawasan SSA.

“Mengosongkan SSA ini enggak gampang. Ribuan orang. Dengan konsep ini, pasti ada dinamika. Kita akan tentukan cara bertindak berikutnya. Saya akan pertimbangkan jalan umum seusai pukul 22.00 semua lampu jalan dimatikan, kecuali SSA,” ucap Susatyo.

Berikut enam titik tim gabungan yang disiagakan tim gabungan :

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jaenal Abidin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X