BANDUNG, PROTOKOL24 - Wacana menggeser status pandemi Covid-19 menjadi endemi, yang berarti penyakit yang berjangkit di suatu daerah atau pada golongan masyarakat.
Pergeseran pandemi Covid-19 menjadi endemi didasarkan atas sejumlah pertimbangan, diantaranya tingkat kasus harian nasional yang menunjukkan tren penurunan.
Selain itu, wacana pergeseran pandemi Covid-19 menjadi endemi juga didasarkan pada tingkat rawat inap rumah sakit yang menunjukkan tanda perlambatan.
Termasuk kasus kematian secara keseluruhan berada pada level rendah di bawah varian Delta.
Baca Juga: Kartu Vaksin Dosis Kedua Jadi Syarat Wajib Pencairan Bantuan Sosial, Warga Bisa Vaksin di Tempat
Menanggapi wacana menggeser status pandemi Covid-19 menjadi endemi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun turut mengemukakan akan adanya indikasi terkait hal itu.
Ridwan Kamil mengatakan dalam endemi dapat diartikan bahwa penyakit tidak hilang, namun orang tidak perlu lagi panik soal Covid-19 seperti pada saat pandemi.
"Seperti kalau anda semua kena kayak flu kan tinggal makan obat, istirahat, dua tiga hari sembuh. Nah Covid nanti akan begitu, karena omicron tingkat fatalitasnya hanya dua kali lipat dari flu. Kalau delta 13 kali lipat, makanya yang fatal meninggal banyak," kata Ridwan Kamil.
Meski demikian, Ridwan Kamil menegaskan soal keputusan pandemi menjadi endemi adalah jadi kewenangan pemerintah pusat.
Ia mengemukaan dalam beberapa hari terakhir sudah banyak orang yang sembuh dari Covid-19.
Secara angka, sebanyak 96 persen yang dirawat di rumah, dilaporkan hanya 3 hingga 4 hari sudah bisa sembuh.
"Itulah fase endemi, artinya tinggal momen proklamasinya kapan. Kalau sudah proklamasi kita tidak usah pakai masker lagi berarti Covid sudah sama kayak flu. Tidak hilang tapi jadi penyakit yang tidak bikin panik dan tidak fatal," katanya.
Baca Juga: Bali Dipilih Jadi Lokasi Uji Coba Bebas Karantina, Jika Berhasil Cakupannya Akan Diperluas
Saat ini, lanjut Ridwan Kamil, perkembangan varian Omicron setelah berhari-hari ranking satu kasus Covid-19, kemarin sudah turun, terakhir kemarin di 3.000 sekian setelah sebelumnya belasan ribu.
Artikel Terkait
Ini Enam Fokus Kebijakan Utama Pada APBN 2022 Dibayangi Ketidakpastian dan Pandemi
Mendikbudristek Beberkan Kenaikan Jumlah Kasus Kekerasan Seksual Selama Pandemi Covid-19
Daftar Artis yang Meninggal Sepanjang 2021, Banyak yang Terserang Covid-19 saat Pandemi
Kapan Pandemi Covid-19 Berakhir? Begini Kata Pakar IPB