kesehatan

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Terulang, Indonesia Terima Obat Antivirus Buatan Pfizer

Minggu, 16 Januari 2022 | 21:52 WIB
Paxlovid, obat COVID-19 terbitan Pfizer sudah tiba di Indonesia. (Dok Net/Istimewa)


JAKARTA, PROTOKOL24- Sebagai upaya antisipasi kebutuhan obat jika terjadi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah telah mendatangkan Paxlovid, obat antivirus buatan Pfizer.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan Paxlovid yang sudah tiba di Indonesia sebanyak 400.000 tablet.

Selain jumlah tersebut, Pemerintah Indonesia juga sedang memproses untuk kembali mendatangkan Paxlovid untuk bulan depan. Diharapkan Paxlovid akan kembali diterima pada Februari 2022.

"Pemerintah sudah mempersiapkan obat-obatan, Paxlovid 400.000 tablet sudah datang, kami sudah lihat, rencananya juga akan diproduksi di Indonesia bulan Maret-April," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, seperti dikutip Protokol24 dari Antara, Minggu 16 Januari 2022.

Baca Juga: Cara Mengecek Tiket dan Jadwal Vaksinasi Booster Ketiga di PeduliLindungi 

Diakui Budi Gunadi Sadikin, Paxlovid yang didatangkan saat ini merupakan bagian dari upaya menanggulangi pandemi Covid-19.

"Sehingga pada saat nanti terjadi lonjakan kasus Covid-19, obat-obatannya pun sudah siap," sebutnya.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, nantinya obat-obatan ini tidak saja ada di Puskesmas atau pun rumah sakit pemerintah. Akan tetapi, obat antivirus ini juga harus tersedia di apotek-apotek. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkannya.

Baca Juga: Video Syur 61 Detik Mirip Nagita Slavina Disebut Pakar Telematika Bukan Rekayasa, Ini Tanggapan Raffi Ahmad

Dalam pelaksanaannya, Budi Gunadi Sadikin memaparkan obat-obatan untuk penanganan Covid-19 akan diatur dalam beberapa kategori.

Ada yang bisa dibeli secara umum, namun ada pula yang pembeliannya harus dengan disertai resep dokter dan hanya bisa diberikan melalui perawatan rumah sakit.

Baca Juga: Anggota TNI AD Tewas Dikeroyok Sejumlah Orang di Jakarta Utara, Polisi Buru Pelaku 

Menyikapi perkembangan kenaikan kasus Omicron saat ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa puncak kasus varian ini berada dalam kisaran sejak 35-65 hari dari awal penularannya.

Di Indonesia, Omicron pertama kali terdeteksi pada pertengahan Desember 2021, namun kenaikan kasusnya mulai teridentifikasi pada awal Januari 2022.

"Antara 35 sampai 65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat," tandasnya.

Halaman:

Tags

Terkini