Jakarta, (Protokol24) - Di tengah lonjakan kembali virus covid-19 di tengah masyarakat, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat untuk tetap tenang tidak khawatir.
Kunci kesuksesan menjaga penyebaran virus adalah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Saya minta Bapak-Ibu, saudara-saudara sekalian tetap tenang, dan tidak panik. Laksanakan selalu protokol kesehatan kurangi aktivitas yang tidak perlu," ujar Jokowi lewat siaran pers, Sabtu 29 Januari 2022.
Baca Juga: Polres Indramayu Jaring Anggota LSM GMBI Usai Unjuk Rasa Anarkis di Mapolda Jabar
Sekarang ini, memang ada pelonjakan kasus covid-19 karena munculnya varian baru Omicron. Pemerintah pun sudah melakukan langkah antisipasi.
Fokus gejala berat
Baca Juga: Pasca Ricuh Aksi Unjuk Rasa di Polda Jabar, Polisi Temukan 19 Anggota GMBI Positif Narkoba
Lewat siaran pers tersebut juga, Jokowi meminta petugas di fasilitas kesehatan untuk mengutamakan pasien dengan gejala berat dan membutuhkan layanan intensif.
Menurutnya pasien dengan gejala berat sangat membutuhkan penanganan dengan segera sehingga penting untuk diprioritaskan. Hal itu bisa mengurangi beban dari fasilitas kesehatan.
Sementara itu, jika warga mengalami gejala ringan atau bahkan tak bergejala namun terpapar covid-19, dibolehkan isolasi mandiri di rumah.
“Isolasi mandiri selama lima hari. Bila ada gejala batuk, pilek atau gejala demam silahkan gunakan layanan telemedicine atau segera ke dokter atau puskesmas,” imbau Jokowi.
Baca Juga: Ini Sejarah Angpau dan Maknanya Saat Perayaan Imlek
Terakhir Jokowi juga mengajak kepada masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitasnya masing-masing.***